- Berita, Kegiatan Fakultas, Kegiatan Mahasiswa
- 13 Views
JAMBI – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melaksanakan kegiatan sosialisasi perkuliahan bagi mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sekaligus penyampaian hasil konversi nilai pada Senin (27/4/2026) malam secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa RPL dari unsur pegawai Pengadilan Agama dan Kepolisian sebagai bagian dari persiapan akademik sebelum perkuliahan dimulai. Melalui kegiatan ini, Prodi HKI menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan akademik yang profesional, adaptif, dan berkualitas bagi mahasiswa dengan latar belakang profesional.
Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) menjadi salah satu langkah strategis Program Studi Hukum Keluarga Islam dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat profesional. Melalui program ini, pengalaman kerja dan kompetensi yang telah dimiliki mahasiswa diakui sebagai bagian dari proses akademik melalui mekanisme konversi nilai. Untuk memastikan seluruh mahasiswa memahami sistem akademik yang akan dijalani, Prodi HKI menyelenggarakan sosialisasi perkuliahan secara terstruktur dan interaktif.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi akademik, tetapi juga ruang komunikasi awal antara program studi dan mahasiswa baru jalur RPL. Para peserta mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai sistem pembelajaran, mekanisme perkuliahan, tata kelola akademik, hingga teknis administrasi yang akan dijalankan selama masa studi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang matang dalam mengikuti proses pembelajaran di lingkungan akademik Prodi HKI.Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN STS Jambi, H. Irsadunas Noveri, M.H, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa RPL dari berbagai latar belakang profesi akan memberikan kontribusi positif terhadap dinamika pembelajaran di kelas. Menurutnya, pengalaman praktis yang dimiliki mahasiswa dari institusi peradilan dan kepolisian akan memperkuat kualitas diskusi akademik, khususnya dalam kajian hukum keluarga Islam.
“Mahasiswa RPL merupakan bagian penting dalam penguatan kualitas akademik di Program Studi HKI. Pengalaman profesional yang mereka miliki akan menjadi nilai tambah yang sangat berharga dalam proses pembelajaran, terutama dalam menghubungkan teori akademik dengan praktik di lapangan,” ujar H. Irsadunas Noveri, M.H.
Ia juga menambahkan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh mahasiswa memahami hak, kewajiban, serta sistem akademik yang berlaku. Dengan kesiapan yang baik, mahasiswa RPL diharapkan dapat menjalani proses pendidikan dengan lancar dan mencapai hasil akademik yang optimal.
Dalam kegiatan tersebut, pihak program studi memaparkan berbagai aspek teknis penyelenggaraan perkuliahan, mulai dari sistem pembelajaran daring, mekanisme absensi, pengisian rencana studi, hingga evaluasi akademik. Penjelasan ini penting mengingat sebagian besar mahasiswa RPL merupakan pekerja aktif yang membutuhkan penyesuaian antara aktivitas profesional dan kegiatan perkuliahan.
Selain itu, mahasiswa juga diberikan panduan mengenai penggunaan platform digital kampus sebagai sarana utama dalam pelaksanaan pembelajaran dan administrasi akademik. Materi sosialisasi disampaikan secara sistematis agar mahasiswa memperoleh gambaran utuh tentang proses akademik yang akan dijalani. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab yang membahas berbagai hal teknis terkait perkuliahan dan administrasi.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki perhatian besar terhadap kesiapan akademik mereka. Hal ini menjadi indikator positif bagi program studi dalam membangun lingkungan belajar yang produktif dan kolaboratif.
Pelaksanaan program RPL di lingkungan Prodi HKI merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Skema ini memungkinkan para profesional memperoleh pengakuan akademik atas kompetensi kerja yang telah mereka miliki, sehingga proses pendidikan menjadi lebih efektif tanpa mengurangi mutu pembelajaran.
Bagi Program Studi HKI, kehadiran mahasiswa RPL juga menjadi peluang strategis dalam memperluas jejaring akademik dengan berbagai institusi profesional, terutama lembaga peradilan dan aparat penegak hukum. Integrasi pengalaman lapangan dengan pendekatan akademik diharapkan dapat melahirkan lulusan yang unggul secara teoritis sekaligus matang secara praktis.
Pendekatan ini sejalan dengan visi Prodi HKI untuk mencetak lulusan yang responsif terhadap dinamika sosial dan perkembangan hukum keluarga Islam di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, keberadaan program RPL menjadi bagian penting dalam transformasi layanan pendidikan yang adaptif dan berkualitas.
Melalui sosialisasi ini, Program Studi HKI ingin membangun sinergi yang kuat antara mahasiswa dan institusi sejak awal masa studi. Pemahaman yang baik mengenai sistem akademik diharapkan mampu mendukung keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan secara optimal dan tepat waktu.
Sementara Sekretaris Program Studi HKI ,Bapak Muhammad Sibawaihi, M.H menegaskan bahwa pelayanan akademik terhadap mahasiswa RPL akan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas, mutu, dan responsivitas. Menurutnya, mahasiswa yang berasal dari kalangan profesional membutuhkan sistem layanan akademik yang terstruktur dan komunikatif agar proses belajar dapat berjalan efektif.
“Kami berkomitmen menghadirkan tata kelola akademik yang profesional dan adaptif agar mahasiswa RPL dapat menjalani perkuliahan dengan baik, tanpa mengesampingkan kualitas capaian pembelajaran yang telah ditetapkan,” Ujarnya.
Dengan dukungan sistem akademik yang baik, mahasiswa RPL diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam pengembangan atmosfer akademik yang lebih kaya dan kontekstual.
Kegiatan sosialisasi perkuliahan mahasiswa RPL ini menjadi langkah awal penting dalam membangun proses pendidikan yang terarah, terstruktur, dan berkualitas di lingkungan Program Studi HKI. Selain memberikan pemahaman teknis kepada mahasiswa, kegiatan ini juga memperkuat citra Prodi HKI sebagai program studi yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat profesional.
Ke depan, Prodi HKI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi akan terus mengembangkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau sebagai bagian dari strategi perluasan akses pendidikan tinggi yang bermutu. Dengan dukungan tenaga pengajar yang kompeten dan sistem akademik yang adaptif, program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang efektif bagi seluruh mahasiswa.
Melalui sinergi antara pengalaman profesional mahasiswa dan penguatan akademik dari institusi, Program Studi HKI optimistis dapat menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan siap berkontribusi dalam pengembangan hukum keluarga Islam di Indonesia.


- Berita, Kegiatan Fakultas, Kegiatan Mahasiswa
- 81 Views
Jambi — Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum Keluarga Islam kepada siswa tingkat SLTA/sederajat di Kabupaten Batang Hari.
Kabupaten Batang Hari dipilih bukan tanpa pertimbangan. Wilayah ini memiliki sejumlah lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren yang melahirkan lulusan dengan orientasi keagamaan kuat, namun seringkali belum terpapar secara sistematis pada aspek hukum formal yang mengatur kehidupan keluarga. Dua lokasi yang menjadi titik pelaksanaan kegiatan yaitu SMA IT dan MA Ash Shiddiqi yang berada di Kelurahan Jembatan Emas, Kecamatan Pemayung , serta SMA El Hafidziah yang berlokasi di Komplek MIA, Simpang Terusan, Kecamatan Muara Bulian —merepresentasikan dua ekosistem pendidikan Islam yang mengakar di tengah masyarakat.
Pemilihan siswa kelas XI dan XII sebagai sasaran utama bukan kebetulan. Pada tahap ini, para pelajar mulai memasuki fase perencanaan hidup: memilih jurusan, memikirkan masa depan, dan dalam banyak kasus, mulai mempertimbangkan ikatan pernikahan. Mereka adalah kelompok yang paling rentan sekaligus paling strategis untuk diberikan edukasi hukum. Kesadaran yang tertanam pada usia ini akan jauh lebih tahan lama ketimbang edukasi yang diberikan setelah konflik terlanjur terjadi.
Mengusung tema “Membangun Generasi Sadar Hukum Keluarga”, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dasar kepada para siswa mengenai pentingnya pemahaman hukum keluarga Islam, mulai dari aspek pernikahan, hak dan kewajiban suami istri, pentingnya legalitas pernikahan, hingga implikasi hukum dari perceraian. Tema ini menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya kebutuhan akan pemahaman hukum keluarga sejak usia sekolah sebagai fondasi pembentukan masyarakat yang sadar hukum.
Sekretaris Program Studi Hukum Keluarga Islam, Muhammad Sibawaihi,M.H., menegaskan bahwa edukasi hukum keluarga kepada generasi muda merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran hukum yang berkelanjutan. Menurutnya, pemahaman terhadap hukum keluarga bukan hanya penting bagi kehidupan rumah tangga di masa depan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan hukum yang lebih dekat dengan generasi muda, agar mereka memahami bahwa hukum keluarga bukan sekadar teori akademik, tetapi pedoman penting dalam membangun kehidupan keluarga yang tertib, adil, dan bermartabat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan sejumlah dosen HKI sebagai narasumber, di antaranya H. Irsadunas Noveri, M.H, Dr. Dedi Sumanto, S.HI., M.H., Riski Hariyadi, M.H., Sulhani, M.H., dan Mustiah RH, M.Sy. Para narasumber menyampaikan materi dengan pendekatan interaktif melalui ceramah, diskusi, dan sesi tanya jawab, sehingga siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat aktif dalam memahami isu-isu hukum keluarga yang dekat dengan realitas kehidupan mereka.
Partisipasi aktif siswa terlihat dari antusiasme mereka dalam sesi diskusi. Berbagai pertanyaan muncul seputar pernikahan dini, hak-hak perempuan dalam keluarga, pentingnya pencatatan nikah, serta dampak hukum perceraian. Hal ini menunjukkan bahwa isu hukum keluarga merupakan topik yang sangat dekat dengan kehidupan sosial masyarakat dan perlu terus diperkenalkan secara edukatif di lingkungan pendidikan. Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa HKI. Mahasiswa yang terlibat sebagai fasilitator memperoleh pengalaman langsung dalam menyampaikan edukasi hukum kepada masyarakat, mengasah kemampuan komunikasi publik, serta memperkuat peran akademik mereka sebagai agen perubahan sosial.


Ketua Program Studi HKI, H. Irsadunas Noveri, M.H menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian semacam ini merupakan bagian penting dari misi akademik Prodi HKI untuk membangun keterhubungan antara kampus dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa ilmu hukum keluarga Islam tidak berhenti di ruang kelas, tetapi harus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Inilah wujud nyata integrasi antara pembelajaran akademik dan pengabdian sosial,” ungkapnya.
Dukungan penuh dari pihak sekolah menjadi salah satu faktor keberhasilan kegiatan ini. Ketiga sekolah mitra menyambut baik pelaksanaan sosialisasi dan menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam menambah wawasan hukum peserta didik, khususnya terkait kehidupan keluarga yang menjadi bagian penting dalam pembentukan masa depan siswa.


Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Selain memperluas pemahaman hukum siswa, kegiatan ini juga mempertegas peran Prodi Hukum Keluarga Islam sebagai institusi akademik yang aktif berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan hukum. Melalui kegiatan ini, Prodi HKI Fakultas Syariah UIN STS Jambi berharap dapat terus menanamkan kesadaran hukum kepada generasi muda secara berkelanjutan, sehingga lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang kuat dalam membangun kehidupan keluarga dan masyarakat yang berkeadaban.

















- Berita, Kegiatan Fakultas, Kegiatan Mahasiswa, Yudisium
- 182 Views
Fakultas Syariah Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menorehkan capaian akademik membanggakan melalui pelaksanaan Yudisium ke-XIX, yang berlangsung khidmat dan penuh semangat akademik. Dalam agenda akademik tersebut, Program Studi Hukum Keluarga Islam menjadi salah satu sorotan utama dengan lahirnya lulusan-lulusan berprestasi yang menunjukkan kualitas akademik unggul. Dari total 36 peserta yudisium, Prodi HKI berhasil melahirkan dua mahasiswa dengan predikat summa cumlaude serta lima mahasiswa dengan predikat magna cumlaude, sebuah pencapaian yang menegaskan komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di bidang hukum keluarga Islam.
Prestasi tertinggi pada yudisium kali ini diraih oleh Ridho Viskitri Asaka dengan IPK 3,99, yang berhasil menyabet predikat Terbaik 1 Program Studi HKI sekaligus Terbaik 1 Fakultas Syariah, dengan capaian akademik membanggakan pada kategori summa cumlaude. Keberhasilan Ridho tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Prodi HKI, tetapi juga menjadi representasi kualitas akademik mahasiswa Fakultas Syariah secara keseluruhan. Pencapaian ini menunjukkan bahwa iklim akademik yang dibangun oleh fakultas mampu melahirkan lulusan unggul yang kompetitif dan berintegritas.
Posisi berikutnya diraih oleh Alip Aprilyansa, yang memperoleh predikat Terbaik 2 Program Studi HKI sekaligus Terbaik 3 Fakultas Syariah, juga dengan predikat summa cumlaude. Capaian tersebut memperlihatkan konsistensi Prodi HKI dalam melahirkan lulusan terbaik pada level fakultas. Keberhasilan dua mahasiswa dengan predikat akademik tertinggi ini menjadi indikator bahwa kualitas pembelajaran, pembinaan akademik, serta pendampingan dosen berjalan secara efektif dan berorientasi pada mutu.
Sementara itu, deretan lulusan berpredikat magna cumlaude juga menunjukkan performa akademik yang sangat membanggakan. Mahmudi berhasil meraih posisi Terbaik 3 Prodi HKI, disusul Indah Gita Cahyani sebagai Terbaik 4, Angga Bayu Pratama sebagai Terbaik 5, Ni’matussidqiyyah sebagai Terbaik 6, dan M. Wahyu Dewangga sebagai Terbaik 7. Capaian para lulusan ini menandakan bahwa mayoritas mahasiswa Prodi HKI tidak hanya mampu menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas akademik yang unggul hingga akhir masa perkuliahan.
Pelaksanaan yudisium ini turut dihadiri oleh pimpinan universitas dan fakultas, mulai dari Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dekan Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, hingga para ketua dan sekretaris program studi di lingkungan Fakultas Syariah, meliputi Prodi HKI, HPI, PM, HES, HTN, dan Ilmu Pemerintahan. Kehadiran unsur pimpinan ini menjadi bukti kuat dukungan kelembagaan terhadap peningkatan mutu akademik dan apresiasi atas capaian para mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya dengan hasil gemilang.
Dalam sambutannya, pimpinan fakultas menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga momentum penting untuk menandai lahirnya sarjana-sarjana yang siap mengabdi kepada masyarakat. Para lulusan diharapkan mampu membawa nilai-nilai keilmuan, integritas, serta etika akademik ke tengah masyarakat sebagai agen perubahan. Fakultas Syariah terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan agar dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan moral dan profesional dalam menjawab tantangan zaman.
Keberhasilan Prodi HKI pada Yudisium ke-XI ini menjadi refleksi nyata bahwa kualitas pendidikan di Fakultas Syariah UIN STS Jambi terus berkembang secara positif. Raihan dua lulusan summa cumlaude dan lima lulusan magna cumlaude merupakan prestasi yang layak diapresiasi dan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi. Dengan capaian ini, Fakultas Syariah semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu melahirkan generasi intelektual muslim yang unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi bangsa serta masyarakat.







Prodi HKI UIN STS Jambi Gelar Sosialisasi Perkuliahan Mahasiswa RPL dan Penyampaian Hasil Konversi Nilai Secara Daring
JAMBI – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melaksanakan kegiatan sosialisasi perkuliahan bagi mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)



Dua Mahasiswa HKI UIN STS Jambi Raih Emas di Bandung Lautan Api Championship 7

Prodi HKI UIN STS Jambi Gelar Sosialisasi Perkuliahan Mahasiswa RPL dan Penyampaian Hasil Konversi Nilai Secara Daring
JAMBI – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melaksanakan kegiatan sosialisasi perkuliahan bagi mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sekaligus penyampaian hasil konversi nilai pada Senin (27/4/2026) malam secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa RPL

Prodi Hukum Keluarga Islam UIN STS Jambi Perkuat Literasi Hukum Generasi Muda Melalui Sosialisasi Hukum Keluarga di Kabupaten Batang Hari
Jambi — Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan

Fakultas Syariah UIN STS Jambi Gelar Yudisium Ke- XIX, Dua Wisudawan Prodi HKI Raih Predikat Tertinggi Summa Cumlaude
Fakultas Syariah Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menorehkan capaian akademik membanggakan melalui pelaksanaan Yudisium ke-XIX, yang berlangsung khidmat dan penuh semangat akademik.

Dua Mahasiswa HKI UIN STS Jambi Raih Emas di Bandung Lautan Api Championship 7
JAMBI – Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional. Dua mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam
Tiga Mahasiswa HKI UIN STS Jambi Pecahkan Rekor, Lulus Sarjana Hanya 3,1 Tahun dengan IPK di Atas 3,9
Triple Crown M. Azik: Sarjana Tercepat IPK 3,97 dengan Publikasi Scopus Q2 dari UIN STS Jambi
Prodi HKI UIN STS Jambi Cetak 43 Sarjana Baru, Dua Mahasiswa Raih Predikat Terbaik Fakultas

Penerimaan Beasiswa Mahasiswa Internasional
Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi membuka pendaftaran Beasiswa Mahasiswa Asing (Internasional) Tahun 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa internasional aktif yang menempuh pendidikan

Penerimaan Beasiswa Mahasiswa Internasional
Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi membuka pendaftaran Beasiswa Mahasiswa Asing (Internasional) Tahun 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa internasional aktif yang menempuh pendidikan pada jenjang Sarjana (S1) di lingkungan UIN STS Jambi. Pendaftaran dibuka mulai 13 hingga 27 Oktober 2025. Program beasiswa ini merupakan bentuk komitmen UIN

Pendaftaran Mahasiswa Baru Internasional

Registrasi Mahasiswa Baru Jalur Undangan

Pengumuman Pendaftaran Beasiswa KIP 2023

Registrasi Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN & SNBP 2023
Pendaftaran Mahasiswa Baru Internasional
Registrasi Mahasiswa Baru Jalur Undangan
Pengumuman Pendaftaran Beasiswa KIP 2023
Registrasi Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN & SNBP 2023
Bergabung bersama Kami
Sudahkah kamu memikirkan jurusan apa yang ingin kamu ambil di perguruan tinggi?