- Kegiatan Fakultas, Kegiatan Kampus, Kegiatan Mahasiswa
- 147 Views
Jambi, 9 September 2026 — Dua mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, tampil sebagai pemakalah dalam The 10th International Conference on Islamic Studies (ICONIS) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Madura di Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026).
Kedua mahasiswa tersebut, Nurpadilah Panjaitan dan Nur Salma Ernawati, membawa gagasan akademik yang relevan dengan perkembangan kajian Islam kontemporer, khususnya mengenai hubungan antara maqāṣid al-syarī‘ah, tata kelola lingkungan, ekoteologi Islam, perubahan iklim, dan ketahanan keluarga berkelanjutan.
Dalam forum internasional tersebut, keduanya mempresentasikan karya ilmiah berbahasa Inggris di hadapan peserta dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi serta institusi, baik dari Indonesia maupun mancanegara.
ICONIS ke-10 tahun 2026 mengangkat tema “Tracing Ulama’ Nusantara’s Intellectual Legacy for Sustainable Civilization and Global Wisdom.” Konferensi ini menjadi ruang akademik untuk menelusuri, mendialogkan, dan merekonstruksi warisan intelektual ulama Nusantara dalam merespons tantangan peradaban kontemporer.
Penyelenggaraan ICONIS 2026 juga memiliki makna khusus karena menjadi bagian dari momentum peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari, salah seorang ulama Nusantara yang memiliki pengaruh intelektual dan sejarah hingga lintas kawasan.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, panitia menerima sebanyak 262 naskah ilmiah dari sekitar 100 perguruan tinggi dan institusi, baik dari dalam maupun luar negeri. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 127 naskah dinyatakan lolos untuk mengikuti rangkaian konferensi. Para pemakalah mengikuti sesi presentasi secara luring di UIN Madura maupun secara daring.
Rekonstruksi Maqāṣid al-Syarī‘ah untuk Tata Kelola Lingkungan
Mahasiswa HKI UIN STS Jambi, Nurpadilah Panjaitan, mempresentasikan artikel berjudul: “Reconstruction of Maqasid al-Syari’ah in Adaptive Environmental Governance: From Hifz al-Bi’ah Towards the Institutional Architecture of Climate Adaptation in Indonesia.”
Artikel tersebut menawarkan rekonstruksi pemikiran maqāṣid al-syarī‘ah dalam merespons persoalan perubahan iklim dan krisis ekologis kontemporer. Dalam kajiannya, Nurpadilah menempatkan konsep ḥifẓ al-bī’ah, atau perlindungan terhadap lingkungan, sebagai salah satu orientasi penting dalam pengembangan pemikiran hukum Islam yang responsif terhadap tantangan ekologis.
Perspektif tersebut memiliki relevansi dengan salah satu fokus kajian ICONIS 2026, yakni “Sharia-Based Environmental Governance for Climate Adaptation and Sustainable Development.”
Melalui pendekatan maqāṣid, persoalan lingkungan tidak semata-mata ditempatkan sebagai objek perlindungan moral atau etis. Lebih dari itu, lingkungan dipahami sebagai bagian dari kepentingan kemaslahatan yang membutuhkan dukungan tata kelola, kebijakan publik, dan desain kelembagaan yang mampu merespons dampak perubahan iklim secara adaptif.
Gagasan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan maqāṣid al-syarī‘ah memiliki potensi untuk berdialog dengan berbagai disiplin keilmuan kontemporer, termasuk kebijakan publik, tata kelola lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan adaptasi perubahan iklim.
Dalam konteks tersebut, kajian mahasiswa Hukum Keluarga Islam juga menunjukkan ruang pengembangan yang semakin luas, tidak terbatas pada persoalan normatif keluarga, tetapi mampu berinteraksi dengan isu-isu global yang berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan manusia.
Ekoteologi Syekh Yusuf dan Ketahanan Keluarga Berkelanjutan
Sementara itu, Nur Salma Ernawati mempresentasikan artikel berjudul: “Islamic Ecotheology and Environmental Ethics in the Thought of Sheikh Yusuf Al-Makassari: An Islamic Family Law Perspective on Sustainable Family Resilience.”
Kajian tersebut menghubungkan pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari mengenai relasi antara manusia, agama, dan lingkungan dengan perspektif Hukum Keluarga Islam. Tema tersebut memiliki keterkaitan erat dengan karakter utama ICONIS 2026 yang menjadikan warisan intelektual ulama Nusantara sebagai salah satu landasan untuk membaca persoalan keberlanjutan dalam kehidupan kontemporer.
Melalui pendekatan tersebut, pemikiran ulama Nusantara tidak hanya ditempatkan sebagai warisan sejarah, tetapi juga dikaji kembali untuk melihat relevansinya dalam menjawab persoalan lingkungan, sosial, kemanusiaan, dan masa depan peradaban.
Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, lingkungan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan keluarga. Kondisi ekologis, kualitas lingkungan tempat tinggal, keamanan ruang hidup, serta keberlanjutan sumber daya alam memiliki pengaruh terhadap kemampuan keluarga dalam mempertahankan kehidupan yang layak dan berkelanjutan.
Atas dasar itu, konsep sustainable family resilience atau ketahanan keluarga berkelanjutan memperluas pemahaman mengenai ketahanan keluarga.
Ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, psikologis, dan hubungan antaranggota keluarga. Lebih jauh, ketahanan keluarga juga berkaitan dengan kualitas lingkungan yang menopang keberlangsungan kehidupan keluarga.
Dengan demikian, keluarga tidak hanya dipahami sebagai institusi sosial, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kehidupan yang berinteraksi secara langsung dengan lingkungan.
Penguatan Internasionalisasi Akademik Mahasiswa HKI
Keikutsertaan Nurpadilah Panjaitan dan Nur Salma Ernawati dalam ICONIS 2026 menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi akademik mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, UIN STS Jambi.
Kehadiran keduanya dalam forum akademik internasional menunjukkan bahwa mahasiswa HKI tidak hanya diarahkan untuk memahami hukum keluarga dalam kerangka normatif dan tekstual, tetapi juga didorong untuk mengembangkan perspektif akademik yang mampu membaca perubahan sosial dan merespons persoalan global.
Dua karya ilmiah tersebut sekaligus memperlihatkan berkembangnya ruang kajian Hukum Keluarga Islam di kalangan mahasiswa.
Persoalan keluarga dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas melalui dialog antara maqāṣid al-syarī‘ah, perubahan iklim, etika lingkungan, ekoteologi Islam, warisan intelektual ulama Nusantara, tata kelola publik, dan ketahanan keluarga.
Perspektif tersebut sejalan dengan karakter ICONIS 2026 yang memberikan ruang bagi pengembangan studi Islam melalui berbagai pendekatan konseptual maupun empiris.
Sejumlah tema yang diangkat dalam konferensi ini juga mencakup Ecotheology and Environmental Stewardship, Indigenous Knowledge and Sustainable Community Development, serta Sharia-Based Environmental Governance for Climate Adaptation and Sustainable Development.
Bagi Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN STS Jambi, keterlibatan mahasiswa dalam forum akademik internasional bukan semata-mata merupakan capaian individual. Kehadiran mahasiswa dalam konferensi internasional juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring keilmuan dan memperkenalkan kapasitas akademik mahasiswa pada tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari itu, kehadiran dua mahasiswa HKI dalam ICONIS ke-10 menunjukkan bahwa disiplin Hukum Keluarga Islam memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam membaca dan merespons persoalan-persoalan kontemporer secara multidisipliner.
Kajian hukum keluarga tidak hanya berkutat pada persoalan perkawinan, perceraian, waris, dan relasi keluarga. Dalam perkembangan studi Islam kontemporer, Hukum Keluarga Islam juga memiliki peluang untuk berdialog dengan isu lingkungan, pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, kebijakan publik, dan masa depan kehidupan keluarga.
Melalui The 10th International Conference on Islamic Studies (ICONIS) 2026, gagasan akademik mahasiswa HKI UIN STS Jambi hadir dalam ruang ilmiah internasional untuk didiskusikan, diuji, dan dipertemukan dengan berbagai perspektif akademisi dari beragam latar belakang.
Dari Jambi menuju forum akademik internasional, mahasiswa Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN STS Jambi menunjukkan bahwa kajian Hukum Keluarga Islam memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam membangun keluarga yang tangguh, lingkungan yang berkelanjutan, dan peradaban yang berkeadaban.


- Kegiatan Fakultas, Kegiatan Kampus
- 12 Views
Muaro Jambi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi, melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Calon Pengantin Mandiri tingkat Kabupaten Muaro Jambi pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 11.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kumpeh Ulu. Dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, Muhammad Sibawaihi, M.H., didapuk sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan ini, Muhammad Sibawaihi membawakan materi seputar ketahanan perkawinan, mengangkat perspektif hukum keluarga Islam sebagai bekal bagi calon pengantin yang akan memasuki jenjang kehidupan berumah tangga.
Ketahanan Perkawinan dalam Bingkai Maqāṣid al-Syarī’ah
Dalam paparannya, Sibawaihi menekankan bahwa perkawinan dalam Islam bukan sekadar akad administratif, melainkan sebuah mīṡāqan galīẓan perjanjian yang kokoh dan sarat tanggung jawab, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surah An-Nisā’ ayat 21. Ia menjelaskan bahwa ketahanan sebuah perkawinan dapat dibaca melalui kerangka maqāṣid al-syarī’ah, khususnya tujuan ḥifẓ al-nasl (pemeliharaan keturunan) dan ḥifẓ al-nafs (pemeliharaan jiwa), yang menjadi landasan mengapa negara melalui Kementerian Agama berkepentingan memastikan setiap calon pengantin memiliki kesiapan lahir maupun batin sebelum menikah.
“Bimbingan perkawinan bagi calon pengantin mandiri ini adalah bentuk konkret ikhtiar preventif negara dan masyarakat dalam menjaga institusi keluarga. Kesiapan pengetahuan agama, psikologis, dan ekonomi calon pengantin akan sangat menentukan ketahanan rumah tangga ke depan,” ujar Sibawaihi di hadapan peserta.
Ia turut mengulas beberapa hak dan kewajiban suami-istri menurut fikih munakahat, pentingnya komunikasi dan musyawarah (syūrā) dalam menyelesaikan konflik rumah tangga, serta bagaimana regulasi nasional seperti Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan telah mengadopsi prinsip-prinsip maqāṣid tersebut ke dalam kerangka hukum positif Indonesia.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Kementerian Agama
Kegiatan ini merupakan salah satu wujud sinergi antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi dan perguruan tinggi keagamaan Islam dalam memperkuat kualitas layanan bimbingan perkawinan bagi masyarakat. Keterlibatan akademisi Program Studi Hukum Keluarga Islam UIN STS Jambi diharapkan memperkaya muatan keilmuan dalam kegiatan bimbingan pranikah, sekaligus menjadi ruang pengabdian kepada masyarakat (taʿlīm dan irsyād) bagi para dosen di luar aktivitas akademik kampus. Program Studi HKI Fakultas Syariah UIN STS Jambi menyambut baik kolaborasi semacam ini dan membuka peluang keberlanjutan kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi maupun kabupaten/kota lain di Provinsi Jambi, khususnya dalam penguatan literasi hukum keluarga Islam di tengah masyarakat.

- Kegiatan Fakultas, Kegiatan Kampus
- 21 Views
JAMBI – Dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, Muhammad Sibawaihi, M.H., tampil sebagai presenter dalam International Conference on Sharia and Law (ICOSLAW) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.
Muhammad Sibawaihi menjadi salah satu presenter pada Room 1 ICOSLAW 2026 yang berlangsung pada Kamis, 3 September 2026. Ia mempresentasikan artikel berjudul “Legal Pluralism and Women’s Economic Rights: Adat, State, and Sharia in the Family Law of the Suku Anak Dalam, Jambi.”
Konferensi internasional tersebut mengangkat tema “Navigating Women’s Roles in Legal Development”. Tema ini menempatkan isu perempuan dan perkembangan hukum sebagai salah satu perhatian utama dalam diskusi akademik yang mempertemukan akademisi, praktisi hukum, dan peneliti dari berbagai latar belakang.
Dalam sesi Room 1, Muhammad Sibawaihi mengikuti forum yang dipimpin oleh Dr. Siti Tathmainnul Qulub, M.Si. sebagai chair dan Dr. Ita Musarofa, S.H.I., M.Ag. sebagai discussant. Kehadiran dosen Prodi HKI UIN STS Jambi dalam forum tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik perguruan tinggi dalam diskursus hukum Islam dan hukum keluarga pada tingkat internasional.
Artikel yang dipresentasikan Muhammad Sibawaihi mengangkat persoalan pluralisme hukum dan hak ekonomi perempuan dalam hukum keluarga Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi. Kajian tersebut mempertemukan tiga sumber tata hukum yang hidup dalam masyarakat, yakni hukum adat, hukum negara, dan hukum Islam (syariah).
Topik tersebut memiliki relevansi kuat dengan kajian hukum keluarga Islam karena menyentuh persoalan hak ekonomi perempuan dalam konteks masyarakat yang menjalankan norma adat sekaligus berhadapan dengan perkembangan hukum negara dan prinsip-prinsip hukum Islam.
Keikutsertaan Muhammad Sibawaihi dalam ICOSLAW 2026 sekaligus memperluas ruang akademik bagi Prodi HKI Fakultas Syariah UIN STS Jambi untuk memperkenalkan kajian hukum keluarga yang berbasis pada persoalan sosial dan hukum masyarakat lokal.
ICOSLAW sendiri merupakan konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya. Forum ini menjadi ruang akademik untuk mempresentasikan hasil penelitian, mendiskusikan perkembangan hukum Islam dan hukum positif, serta mempertemukan gagasan dari akademisi dan praktisi hukum dalam perspektif internasional.
Bagi Prodi HKI Fakultas Syariah UIN STS Jambi, partisipasi dosen dalam forum internasional seperti ICOSLAW 2026 menjadi bagian penting dari penguatan budaya akademik, publikasi ilmiah, dan jejaring keilmuan di bidang hukum keluarga Islam.


Redaksi Media HKI UIN STS Jambi

Dua Mahasiswa Prodi HKI Fakultas Syariah UIN STS Jambi Tampil di ICONIS 2026, Bawa Gagasan Maqāṣid, Ekoteologi, dan Ketahanan Keluarga
Jambi, 9 September 2026 — Dua mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, tampil

Dua Mahasiswa Prodi HKI Fakultas Syariah UIN STS Jambi Tampil di ICONIS 2026, Bawa Gagasan Maqāṣid, Ekoteologi, dan Ketahanan Keluarga
Jambi, 9 September 2026 — Dua mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, tampil sebagai pemakalah dalam The 10th International Conference on Islamic Studies (ICONIS) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Madura di

Dosen HKI UIN STS Jambi Jadi Narasumber Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Mandiri di KUA Kumpeh Ulu Muaro Jambi
Muaro Jambi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi, melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Calon Pengantin Mandiri tingkat Kabupaten Muaro

Dosen HKI UIN STS Jambi Angkat Hak Ekonomi Perempuan Suku Anak Dalam Pada Forum Internasional ICOSLAW 2026 di UIN Sunan Ampel Surabaya
JAMBI – Dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, Muhammad Sibawaihi, M.H., tampil sebagai

Mahasiswa Prodi HKI Fakultas Syariah UIN STS Jambi Raih Medali Emas pada SeIBa International Festival 2026
Jambi – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi

Penerimaan Beasiswa Mahasiswa Internasional
Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi membuka pendaftaran Beasiswa Mahasiswa Asing (Internasional) Tahun 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa internasional aktif yang menempuh pendidikan

Penerimaan Beasiswa Mahasiswa Internasional
Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi membuka pendaftaran Beasiswa Mahasiswa Asing (Internasional) Tahun 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa internasional aktif yang menempuh pendidikan pada jenjang Sarjana (S1) di lingkungan UIN STS Jambi. Pendaftaran dibuka mulai 13 hingga 27 Oktober 2025. Program beasiswa ini merupakan bentuk komitmen UIN

Pendaftaran Mahasiswa Baru Internasional

Registrasi Mahasiswa Baru Jalur Undangan

Pengumuman Pendaftaran Beasiswa KIP 2023

Registrasi Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN & SNBP 2023
Pendaftaran Mahasiswa Baru Internasional
Registrasi Mahasiswa Baru Jalur Undangan
Pengumuman Pendaftaran Beasiswa KIP 2023
Registrasi Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN & SNBP 2023
Bergabung bersama Kami
Sudahkah kamu memikirkan jurusan apa yang ingin kamu ambil di perguruan tinggi?