Jambi, 28 Oktober 2025 –Sebuah pencapaian membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, mahasiswi Nur Sopyah berhasil mempresentasikan artikel ilmiahnya dalam International Students Conference on Interdisciplinary Islamic Studies yang diselenggarakan oleh IAIN Syaikh Abdurrahman Siddiq Bangka Belitung.
Konferensi internasional yang berlangsung pada 27-28 Oktober 2025 ini mengusung tema besar “Empowering Islamic Values: Pathways to Humanity and Peace” dengan tujuan mengeksplorasi peran nilai-nilai Islam dalam membentuk masyarakat yang lebih humanis dan damai di era kontemporer.
Artikel yang dipresentasikan oleh Nur Sopyah berjudul “The Tradition of Suluh Ayie Before Maring in The Malay Marriage Custom Kampar Kiri Riau Reviewed from The Perspective of Islamic Law” mengangkat kearifan lokal masyarakat Melayu Kampar Kiri, Riau, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari prosesi pernikahan adat.
Suluh Ayie, yang secara harfiah berarti “mencari” atau “menyelidiki”, merupakan tradisi pra-pernikahan yang dilakukan untuk mengetahui latar belakang calon pasangan. Tradisi ini mencakup penelusuran terhadap keturunan, kebiasaan sehari-hari, karakter, hingga status calon mempelai. “Penelitian ini sangat relevan dengan kondisi kontemporer karena memadukan nilai-nilai kearifan lokal dengan prinsip-prinsip syariah Islam,” ungkap Prof. Dr. A. Syukri, M.A., Dekan Fakultas Syariah UIN STS Jambi, saat dihubungi di ruang kerjanya.
Dari perspektif hukum Islam, artikel ini menyimpulkan bahwa tradisi Suluh Ayie termasuk dalam kategori ‘urf shahih (kebiasaan yang baik) dan hukumnya mubah (diperbolehkan). Kesimpulan ini berdasarkan pada Qaidah Fiqih “Al-Adatul Muhakkamah” yang menyatakan bahwa adat atau kebiasaan dapat dijadikan dasar penetapan hukum selama tidak bertentangan dengan nash Al-Qur’an dan Hadis.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua tradisi lokal bertentangan dengan Islam. Justru, banyak kearifan lokal yang sejalan dengan nilai-nilai Islam universal,” jelas H. Irsadunas Noveri, Ketua Program Studi HKI, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap karya mahasiswi tersebut. M. Sibawaih, Sekretaris Program Studi HKI, menambahkan bahwa penelitian seperti ini sangat penting untuk mendokumentasikan dan melestarikan khazanah budaya Nusantara yang sarat nilai-nilai Islami.

Konferensi yang dihadiri oleh para akademisi dari berbagai negara ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci (invited speakers) berkaliber internasional, antara lain:
- Dr. Irawan, M.S.I (Rektor IAIN SAS Babel)
- Prof. Dr. Zulkifli, M.A. (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Prof. Muhammad Ali, Ph.D (University of California Riverside)
- Suryan Masrin, Budayawan
Konferensi ini menampilkan tujuh sub-tema yang mencakup berbagai aspek kajian Islam Melayu kontemporer, mulai dari isu budaya Islam Melayu, dakwah di era transformasi digital, pendidikan di institusi Islam Melayu, hingga peran zakat dan filantropi Islam dalam memperkuat masyarakat Melayu-Islam.
Partisipasi mahasiswa HKI dalam forum internasional ini merupakan bukti nyata komitmen Program Studi HKI UIN STS Jambi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam diskursus keilmuan tingkat global. “Kami sangat bangga dengan prestasi Nur Sopyah. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa HKI mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Dekan Fakultas Syariah dengan penuh antusias.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Program Studi HKI UIN STS Jambi sebagai salah satu pusat kajian hukum keluarga Islam yang tidak hanya fokus pada aspek normatif, tetapi juga mengintegrasikan kajian antropologis dan sosiologis.
“Ke depan, kami akan terus mendorong mahasiswa untuk melakukan penelitian-penelitian yang mengangkat kearifan lokal Nusantara dalam perspektif hukum Islam,” tegaskan Ketua Prodi HKI.
Partisipasi mahasiswa HKI dalam konferensi internasional ini merupakan momentum penting dalam pengembangan kapasitas akademik civitas akademika Fakultas Syariah UIN STS Jambi. Dengan terus menghasilkan penelitian-penelitian berkualitas tinggi yang berbasis pada kearifan lokal dan nilai-nilai Islam, Program Studi HKI membuktikan komitmennya dalam mencetak sarjana hukum keluarga Islam yang unggul dan berdaya saing global.