Jambi, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi menggelar Yudisium ke-XX pada Rabu, 12 Agustus 2026, meluluskan sebanyak 40 mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) yang telah merampungkan seluruh kewajiban akademiknya. Prosesi yudisium ini menandai babak akhir status kemahasiswaan mereka sebelum resmi menyandang gelar sarjana dalam wisuda mendatang, sekaligus menjadi momentum evaluasi capaian akademik satu angkatan penuh di lingkungan Fakultas Syariah.
Dari 40 mahasiswa yang diyudisium, dua nama mencuat sebagai peraih predikat terbaik tingkat fakultas. Muhammad Ali Sakti Hasibuan tampil sebagai Terbaik 2 Fakultas dengan predikat magna cumlaude, disusul Muhammad Dzaki Alfaruq yang meraih posisi Terbaik 3 Fakultas dengan predikat yang sama. Capaian keduanya menempatkan Program Studi Hukum Keluarga Islam sebagai salah satu penyumbang prestasi akademik tertinggi pada yudisium kali ini, mengukuhkan reputasi prodi di tengah rumpun ilmu-ilmu syariah lainnya.
Sebagai bentuk apresiasi, kedua mahasiswa berprestasi tersebut menerima piagam penghargaan yang diberikan langsung oleh Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. H. A. Syukri, MA. Penyerahan piagam turut disaksikan dan dilakukan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin, M.Pd.I yang hadir dalam prosesi yudisium untuk memberikan penghargaan langsung kepada para lulusan berprestasi. Kehadiran unsur pimpinan universitas ini menegaskan perhatian serius kampus terhadap capaian akademik mahasiswa sebagai indikator mutu penyelenggaraan pendidikan.
Predikat magna cumlaude yang diraih Ali Sakti Hasibuan dan Dzaki Alfaruq mencerminkan konsistensi prestasi akademik yang tidak instan, melainkan hasil proses panjang selama menempuh studi di Program Studi Hukum Keluarga Islam — mulai dari penguasaan materi fikih munakahat, fikih mawaris, hingga metodologi penelitian hukum keluarga Islam kontemporer. Prestasi semacam ini sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan kurikulum berbasis outcome-based education (OBE) yang diterapkan prodi dalam mencetak lulusan yang kompeten secara keilmuan dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Pimpinan Fakultas Syariah berharap capaian dua mahasiswa terbaik ini dapat memacu semangat mahasiswa HKI angkatan berikutnya untuk berlomba meraih prestasi akademik serupa. Yudisium ke-XX ini turut menjadi pengingat bahwa keunggulan akademik dan penguasaan keilmuan hukum keluarga Islam yang mendalam merupakan bekal utama bagi lulusan HKI untuk berkiprah, baik di lembaga peradilan agama, biro konsultasi hukum keluarga, akademisi, maupun ruang-ruang pengabdian masyarakat lainnya.










